Cara Mendapatkan Keuntungan dari Reksadana

Mengutif dari facebook Safir Senduk & Rekan,

Bagaimana Cara Mendapatkan Keuntungan dari Reksadana?

Jawaban sebenarnya tergantung dari jenis reksadana apa yang Anda maksud. Ada reksadana yang keuntungannya bisa kita perlakukan seperti tabungan, tapi ada juga yang keuntungannya bisa kita ambil seperti jual beli emas. Reksadana (atau kita singkat saja menjadi RD) yang umumnya kita kenal sekarang ini terbagi menjadi tiga jenis besar, yaitu RD pasar uang, RD pendapatan tetap, dan RD saham. Perbedaannya ada di instrumen dasar investasi mereka. Kalau RD pasar uang, dana nasabah diinvestasikan kembali ke surat hutang jangka pendek (< 1 tahun). Sedangkan kalau RD pendapatan tetap, dana nasabah diinvestasikan ke surat berharga/hutang dengan jangka waktu lebih panjang (> 1 tahun). Dan kalau RD saham, dana nasabah digunakan untuk berinvestasi di pasar saham.

Cara kerja RD bagaimana? Begini cara kerjanya: dana yang disetor nasabah dirubah menjadi unit dalam satuan yang biasa disebut NAB. Harga tiap unit di masing-masing RD bisa berbeda-beda setiap waktu. Seberapa cepatnya NAB berubah tergantung dari kinerja instrumen RD. Secara umum, RD pasar uang hampir tidak pernah mengalami perubahan NAB karena instrumenn yang digunakan rendah resiko. Demikian juga RD pendapatan uang juga tidak terlalu sering mengalami perubahan NAB. Sebaliknya RD saham paling sering mengalami perubahan NAB. Setiap hari NAB di RD saham hampir pasti berubah. Ini karena nilai saham di RD ini juga hampir pasti berubah setiap hari.

Nah, keuntungan (atau kerugian) dari RD didapat dari perubahan NAB dan unit. Jadi misalnya kita membeli RD sebanyak 100 unit dengan harga tiap unitnya Rp. 1,000. Setahun kemudian nilai NAB berubah menjadi Rp. 1,400. Maka ketika kita ambil RD kita mendapat keuntungan sebesar = 100 unit x (Rp. 1,000 – Rp. 1,400) = Rp. 40,000. Tapi biasanya RD yang NAB nya naik hanya RD saham. Jadi bagaimana dengan RD pasar uang dan RD pendapatan tetap. Untuk RD pasar uang umumnya yang meningkat bukan NAB nya tapi jumlah unitnya. Jadi misalnya kita membeli RD pasar uang sebanyak 100 unit dengan nilai NAB Rp. 1,000. Setahun kemudian jumlah unit kita bertambah menjadi 120 unit. Jadi keuntungan kita dari RD pasar uang adalah = (120 – 100) x Rp. 1,000 = Rp. 20,000. Bagaimana dengan RD pendapatan tetap? Untuk RD yang satu ini kita bisa mendapatkan keuntungan dari dua hal, yaitu pertambahan unit seperti di RD pasar uang dan/atau pertambahan nilai NAB seperti di RD saham. Hanya saja untuk perubahan NAB di RD pendapatan tetap lebih jarang terjadi dibandingkan dengan RD saham.

Cara mengambil keuntungannya juga bisa berbeda-beda antara ketiga RD tersebut. Kalau RD saham, keuntungannya kita dapat kalau kita menjual kembali unit RD kita. Tapi untuk RD pasar uang dan RD pendapatan tetap kita bisa memilih bagaimana kita mendapatkan keuntungan (kalau kita membeli RD tersebut di bank). Karena keuntungan RD pasar uang dan RD pendapatan tetap (juga) didapat dari pertambahan jumlah unit, maka kita bisa memilih apakah pertambahan unit itu langsung dicairkan ke dalam account bank kita atau di ‘roll-over’ secara otomatis. Jadi cara kerjanya mirip seperti deposito, hanya saja kalau di RD ketika kita mau mengambil dana pokok kita akan dikalikan dulu dengan nilai NAB (yang bisa berubah-rubah) sedangkan di deposito dana kita sudah langsung bisa diambil dalam satuan rupiah.

Bagaimana cara belinya? Kalau RD saham dan RD pendapatan tetap tentu saja keuntungan optimal bisa kita raih bila kita membeli ketika nilai NAB nya sedang rendah dan kemudian kita jual ketika NAB nya sedang tinggi (seperti jual beli emas). Tapi kalau RD pasar uang bisa dibeli kapan saja karena nilai NAB nya sangat jarang berubah (seperti menabung di bank).

Category: FINANCIAL PLANNER
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.