Deposito ialah salah satu produk investasi tradisional yang ditawarkan oleh bank; dimana nasabah menaruh sejumlah dana simpanan untuk jangka waktu tertentu, dan kemudian oleh bank akan diberikan imbal hasil balik sejumlah bunga premium pada saat deposito tersebut jatuh tempo.Keunggulan deposito:
- Relatif Aman Karena modal terproteksi. Asalkan… Dana simpanan nasabah yang di depositokan ini tidak dicairkan sebelum jatuh tempo.
- Return investasi yang diberikan lebih tinggi daripada bunga tabungan.
- Sebagaimana tabungan, dana simpanan dalam bentuk deposito di jamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) yang menjamin dana simpanan dalam bentuk deposito apabila rate bunga yang dipakai tidak melebihi TINGKAT SUKU BUNGA YANG DIJAMIN.
Kelemahan deposito:
- Deposito terkena pajak yang sama besarnya dengan bunga tabungan. Yaitu sebesar 20 %. Jadi kalau misalnya teman – teman ditawarin deposito, tanya dulu.. GROSS atau NETT? Contoh : Suku bunga deposito 7 % p.a Gross. Jadi nett nya ialah : 7 x 80 % = 5, 6 % p.a
- Tingkat return deposito itu sama seperti bunga tabungan, sulit untuk mengalahkan inflasi. Kasarnya saja inflasi di Indonesia itu rata – rata 7 % – 10 % pertahun. Maka : Inflasi – Return Deposito = 7 % – 5,6 = 1,4 %.
1. Break dibawah 1 bulan, penalty 1 % dari pokok dan bunga tidak dibayarkan
Cara Menghitung Bunga Deposito
Contoh kasus: Kita menyimpan uang Rp. 10,000,000,-di DEPOSITO tanggal 1 October 2011.
Suku bunga deposito SANGAT ditentukan dari tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (SBI). Jika tingkat SBI naik, maka suku bunga deposito akan naik pula. Jika SBI turun maka akan turun pulalah bunga deposito yang ditawarkan.









